Visitor's Counter

Total Visitor's

Sunday, 18 April 2010

TARGET INDONESIA JADI PENGHASIL IKAN TERBESAR.

GORONTALO, KOMPAS.com Minggu, 18 April 2010 | 13:39 WIB — Sebagai negara maritim, Indonesia menargetkan akan menjadi negara penghasil ikan terbesar di dunia pada tahun 2015. Dirjen Usaha dan Investasi Kementerian Perikanan dan Kelautan Viktor Nikijulu optimistis target itu akan terealisasi dengan berbagai pengembangan produk perikanan di Indonesia.

"Yang pertama harus dibenahi adalah infrastruktur perikanan dan fasilitas yang dimiliki nelayan," ujarnya saat berkunjung ke Gorontalo, Sabtu (17/4/2010).

Jika infrastruktur dan keadaan nelayan bisa diatasi dengan baik, kata dia, maka bukan tidak mungkin hal itu akan menunjang kuantitas dan kualitas produk perikanan.

Viktor mengungkapkan, pihaknya sedang merambah pasar di kawasan Timur Tengah dan Afrika, dengan mengandalkan produk perikanan olahan.

Menurut dia, bila tidak segera mengubah strategi pemasaran, maka Indonesia bisa kalah bersaing dengan Vietnam yang merupakan pendatang baru di bisnis tersebut. "Kita harus segera mengubah produk menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah agar laris di pasar dunia," katanya.


Sumber : KOMPAS.com

Friday, 9 April 2010

PERESMIAN KANTOR STASIUN KARANTINA IKAN KELAS 1.

Pada hari Jumat, 9 April 2010. Kantor Stasiun Karantina Ikan Kelas 1 Hang Nadim Batam diresmikan . Peresmian kantor tersebut diawali dengan pemotongan pita pintu gedung masuk dan penandatangan batu prasasti yang di tanda tangani oleh Sekeretaris Jenderal Kementerian Kelautan Dan Perikanan Mohammad Syamsul Maarif dan Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaya . Menurut Sekjen KKP setelah diresminya kantor karantina ikan ini maka seluruh ikan dari luar negeri yang masuk ke Kota Batam wajib diperiksa oleh karantina ikan, agar ikan tersebut layak dikonsumsi. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kota Batam dan perwakilan dari PP Telaga Punggur ialah Bapak Tukijan selaku Marketing Executive . Tampak juga satu papan karangan bunga untuk peresmian kantor karantina ikan kelas 1 dari PP Telaga Punggur Batam - PT. Sarana Yeoman Sembada.


Salam Perikanan.

Hermawan Chen
Admin PP Telaga Punggur

Sunday, 28 March 2010

LIMA KAPAL ASING PENCURI IKAN DIAMANKAN BABINKAM

Kapanlagi.com - Badan Pembinaan Keamanan (Babinkam) Polri mengamankan lima kapal asing pencuri ikan di Perairan Natuna. Lima kapal asing itu, masing-masing memuat 10 hingga 40 ton ikan dari berbagai jenis, hasil curian di Perairan Natuna, kata Komandan Kapal Polisi Bisma-520 Kompol Sigit Hidayat di Batam, Jumat.

"Kelima kapal asing diamankan saat sedang mencuri ikan di Perairan Indonesia, menggunakan alat tangkap jaring harimau yang membahayakan lingkungan," kata Sigit.

Seluruh kapal tidak dilengkapi dokumen lengkap, kata Sigit melanjutkan. Lima kapal asing itu adalah KIA KNF.810 dan KIA KNF 7452 berbendera Malaysia, KIA Sunit 3, KIA Kongsamut serta KIA Kasorn 5 berbendera Thailand.

Ia mengatakan, meski dua dari lima kapal berbendera Malaysia, namun seluruh awak kapal berwarganegara Thailand. "Kita tidak tahu. Sewaktu kita tangkap, mereka mengibarkan berbendera Malaysia," kata dia.

Kelima kapal diamankan pada hari yang sama, dengan selang beberapa menit. Jarak antara kapal yang satu dengan yang lain sekitar 25 km. Meski begitu, menurut Sigit, lima kapal itu tidak satu rombongan.

"Mereka terpisah. Ketika kita tangkap satu kapal, lalu radar menunjukkan, ada kapal di dekat lokasi itu" kata dia.

Kasus itu, kata dia, akan diserahkan ke Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Barang bukti lima kapal dan 30 anak buah kapal akan diamankan di markas Polair Kepri, di Sekupang, kata dia.

Mengenai pengusutan kasus, Babinkam menemui kesulitan berkomunikasi, karena seluruh awak kapal tidak bisa berbahasa Melayu atau Inggris.

Sementara itu, lima kapal kayu asing itu ditambatkan berjejer di tengah laut perairan Batam. Awak kapal berkumpul di satu kapal. Tidak satu pun awak kapal yang dapat diajak berkomunikasi dengan wartawan.


Sumber : Kapanlagi.com

Saturday, 27 March 2010

UJI COBA KAPAL PENGANGKUTAN IKAN .

Pada bulan Maret 2010, PP Telaga Punggur mengujikan sebuah kapal pengangkutan ikan di sekitar perairan laut natuna. Kapal Pengangkutan Ikan terbuat dari kayu dan dilapisi dengan fibre yang berbobot GT 46 . Kapal tersebut dilengkapi dengan palka berinsulasi / cold storage freezer yang berjumlah 4 palka. Sebelum beroperasi , kapal tersebut running disekitar PP Telaga Punggur untuk menguji daya mesin kapal . Beberapa hari kemudian, kapal tersebut memuat es batu dari PP Telaga Punggur guna untuk mendistribusikan kepada kapal - kapal penangkapan ikan yang masih beroperasi di laut. Setelah memuat es batu, pihak manajemen melakukan clearance keberangkatan kapal di Kantor Satker P2SDKP PP Telaga Punggur dan kapal tersebut langsung diberangkatkan pada malam hari. Pada pagi harinya , kapal tersebut tiba di perairan natuna dan mendistribusikan es batu ke seluruh kapal yang terdaftar di PP Telaga Punggur. Setelah 10 hari beroperasi, kapal tersebut tiba di PP Telaga Punggur pada tanggal 26 Maret 2010. Dalam tahap awal uji coba ini, kapal tersebut membawa berbagai macam ikan dengan kapasitas kurang lebih 50 ton. Pada hari itu juga, ikan langsung didaratkan di PP Telaga Punggur, sebagian ikan didistribusikan ke pasar-pasar di Kota Batam dan sisanya dimasukkan ke Cold Storage PP Telaga Punggur. Akhir kata, Bravo Perikanan Tangkap Indonesia !

Salam Perikanan

Hermawan
Admin PP Telaga Punggur

Wednesday, 24 February 2010

DIHENTIKAN, IZIN BARU KAPAL PUKAT.

Jakarta, Kompas - Pemberian izin baru usaha kapal dengan alat tangkap ikan dan alat bantu penangkapan ikan jenis pukat ikan dan purseine dihentikan sementara.

Kebijakan moratorium itu untuk pemulihan sumber daya ikan di wilayah penangkapan Indonesia yang sudah semakin kritis.

Penghentian izin baru kapal dengan alat tangkap jenis pukat dan purseine berlaku mulai 15 Maret 2010, mengacu pada surat keputusan direktur jenderal perikanan tangkap Nomor 08/DJ-PT/2010.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Dedy Sutisna di Jakarta, hari Selasa (23/2), mengemukakan, penghentian sementara izin usaha itu akan berlangsung sampai kondisi sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dinyatakan sudah pulih.

”Penghentian sementara izin baru alat tangkap itu untuk mengendalikan tangkapan ikan. Evaluasi terhadap kebijakan ini akan dilakukan setiap tahun,” ujar Dedy, seusai pemasangan stiker Komisi Tuna Samudera Hindia (IOTC) di kapal tuna long line di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di Muara Baru, Jakarta.

Hingga tahun 2009 lalu, sebanyak sembilan dari 11 WPP di Indonesia tercatat dalam kondisi mengalami eksploitasi penuh dan berlebih.

Dari 44 kategori ikan yang boleh ditangkap di 11 WPP tadi, hanya tersisa delapan jenis yang bisa ditangkap. Indikator penurunan sumber daya ikan di antaranya areal penangkapan ikan semakin jauh dari lokasi nelayan, jumlah ikan tangkapan semakin sedikit, dan ukuran ikan semakin kecil.

Dedy mengatakan, penangkapan ikan dengan pukat dan purseine berdampak pada pengurasan sumber daya ikan. Kapal dengan alat tangkap pukat ikan mampu mengeruk ikan 30 ton dalam sekali operasi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Syamsul Ma’arif mengemukakan, pengelolaan sumber daya ikan perlu ditopang dengan cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan, pembenahan pengumpulan data produksi, dan hasil tangkapan ikan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Suardoyo, mengemukakan, kewajiban pengisian logbook perikanan pada tahun 2009 di pelabuhan itu meningkatkan pencapaian produksi perikanan hingga 161 persen, yakni 44.300 ton.

Jumlah kapal tuna long line Indonesia yang terdaftar di IOTC sebanyak 1.028 kapal. Dari jumlah itu, sebanyak 594 kapal terdapat di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman.


Sumber : KOMPAS.COM

KEBUTUHAN IKAN DI BATAM DAN PROPINSI KEPRI.

Setelah beberapa bulan ini , kapal penangkapan ikan purse seine untuk sementara tidak beroperasi yang dikarenakan musim angin muson barat. Manajemen PP Telaga Punggur mengatakan bahwa kebutuhan ikan sangat diperlukan untuk makanan sehari-hari masyarakat kota Batam maupun Propinsi Kepri. Melihat kurangnya pasokan kebutuhan hasil laut, owner PP Telaga Punggur bekerjasama dengan beberapa pelaku usaha perikanan mencari jaringan pemasok kebutuhan hasil laut seperti Ikan layang, sardin dan tongkol. Setelah disepakati dan dikonfirmasi bersama, PP Telaga Punggur mendatangkan beberapa unit kontainer berukuran antara 20 - 30 feet. Ikan tersebut merupakan ikan cold storage yang siap didistribusikan ke beberapa pasar lokal di Batam dan beberapa pulau di Propinsi Kepri. Ikan tersebut didatangkan dari berbagai negara dan juga ada ikan-ikan dari dalam negri. Akhir kata dari PP Telaga Punggur ialah Mari budayakan makan ikan sejak dini !

Salam Perikanan,

Hermawan Chen.
Admin PP Telaga Punggur.

Saturday, 13 February 2010

SELAMAT HARI RAYA IMLEK 2561

Keluarga Besar Pelabuhan Perikanan Telaga Punggur Batam


PT. SARANA YEOMAN SEMBADA

Mengucapkan


" GONG XI FA CHAI 2561 "


Semoga di tahun Macan ini dapat membawa berkah serta hasil laut yang melimpah bagi seluruh pengusaha perikanan Indonesia.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More