Visitor's Counter

Total Visitor's

Monday, 31 May 2010

3 KAPAL ILLEGAL FISHING DITANGKAP

Kapal Illegal fishing semakin marak beroperasi mencuri ikan diperairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) khususnya diperairan Laut Cina Selatan dan sekitarnnya, ini dibuktikan dengan tertangkapnya lagi kapal-kapal Illegal Fishing Asing oleh Kapal Pengawas Perikanan milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP. Hiu Macan 005 menangkap satu kapal Vietnam yang diawaki 11 orang ABK diperairan Tanjung Pandan Kepulauan Karimata pada tanggal 28 Mei 2010. Kapal tersebut di Ad Hock ke Stasion Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Pontianak. KP. Hiu 003 menangkap kapal Thailand berbendera Malaysia KM. PAF 4539 dengan ABK 7 Orang dan KP. Hiu 010 menangkap kapal Thailand berbendera Malaysia KM. PAF 4111 dengan ABK 10 Orang pada tanggal 29 Mei 2010 di perairan ZEEI Laut Cina Selatan dan di Ad Hock ke Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kijang.

Kedua kapal tersebut diserah terimakan dari Kapal Pengawas ke Kepala Satker PSDKP Kijang pada hari ini tanggal 31 Mei 2010. Menurut salah satu Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan Bapak Jumali Kepala Satker PSDKP Ranai yang diperbantukan untuk memberkas kasus tersebut akan diberkas sampai P21. (Sumber Bambang Nugroho dan Jumali).

Wednesday, 26 May 2010

PELABUHAN PERIKANAN TANGKAP DIKEMBANGKAN.

Setidaknya 16 dermaga penangkapan ikan di Indonesia disiapkan menjadi dermaga minapolitan. Hal itu untuk menunjang daya dukung lingkungan terhadap area tangkap dan kelengkapan infrastruktur dermaga. Hal itu mengemuka pada rapat koordinasi peningkatan Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC) menjadi Minapolitan di Kantor Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (25/5). Hadir dalam rapat, antara lain, adalah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Dedy Heryadi Sutisna dan Bupati Cilacap Tatto Suwarta Pamudji.

Dedy mengatakan, tahun ini dermaga penangkapan ikan yang disiapkan sebagai dermaga minapolitan, antara lain, adalah Dermaga Palabuhanratu, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Tanjung Pandan di Bangka, dan Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Untuk lima tahun ke depan, pihaknya menyiapkan 107 dermaga menjadi minapolitan.

Pengembangan dermaga akan dikerjakan terintegrasi lintas sektor kementerian yang terkait pengembangan dermaga. "Tak ada alokasi dana khusus APBN. Tiap-tiap kementerian langsung mendanai," katanya. Dedy memaparkan, dermaga minapolitan merupakan dermaga yang mengacu pada konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem mana-jemen kawasan. Sebagai contoh, PPSC akan ditingkatkan sebagai pusat ekonomi berbasis perikanan khusus untuk hasil tangkapan tuna, cakalang, dan udang.

Dengan konsep minapolitan, pemerintah berusaha memenuhi semua kebutuhan riil nelayan, misalnya bahan bakar minyak bersubsidi. Harus ada perhatian dari pemerintah daerah untuk mengawasi distribusi BBM. Terkait daya dukung area tangkap untuk dermaga PPSC Kepala Kantor Pengelolaan Kawasan Segara Anakan Supriyanto mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, terutama masalah konservasi alam Laguna Segara Anakan yang menjadi tempat pe-mijahan udang dan ikan, komoditas utama PPSC

Terkait kerusakan alam yang cukup parah di Laguna Segara Anakan, menurut dia, penyelamatan laguna harus menjadi prioritas dalam pengembangan PPSC Tanpa memerhatikan penyelamatan lingkungan, hasil tangkapan tidak akan maksimal, terutama untuk udang.

Penyelamatan laguna harus dimulai dari hulu, yakni pada Sungai Citanduy. Menurut Asisten Pembantu Direktorat Perlindungan Hutan dan Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan Sulistianto, perlu perbaikan vegetasi hutan mangrove di Laguna Segara Anakan. Tanaman mangrove dapat menjaga kesuburan pemijahan udang dan ikan laut (MDN)
Sumber : Kompas 26 Mei 2010,hal.22

35 KAPAL ILLEGAL FISHING ASAL VIETNAM DITANGKAP .

Laut Cina Selatan yang kaya akan sumberdaya ikannya yang melimpah membuat nelayan beberapa negara tetangga ingin memanfaatkan dengan mengambil ikan secara illegal, baru baru ini beberapa kapal milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan Kememterian Kelautan dan Perikanan menangkap kapal asal Vietnam yang tidak punya izin menangkap diwilayah pengelolan perikanan Indonesia.

Kapal-kapal bodong tersebut ditangkap di perairan ZEEI Laut Cina Selatan yaitu pada tanggal 6 Mei 2010 ditangkap 8 (delapan) kapal oleh Kapal Pengawas KP. Hiu 003, KP. Hiu 009 dan KP. Hiu 010. Sedangkan pada tanggal 21 Mei 2010 ditangkap lagi 27 Kapal Ikan Illegal Fishing Asal Viatnam oleh KP. HIU 003, KP. HIU 004, KP. HIU 008, KP. HIU 009 dan KP. HIU 010.

Kapal-Kapal illegal fishing tersebut di Ad hock ke Pulau Tiga Natuna yang diterima langsung oleh Bapak Andi Warman Kepala Satker PSDKP Natuna.

Menurut Keterangan salah satu Nahkoda KP. Hiu 004 bahwa kapal yang ditangkap pada tanggal 21 Mei 2010 sebanyak 27 kapal yang di ad hock sebanyak 22 Kapal sedangkan 5 Kapal digunakan untuk deportasi ABK Non Justicia.

Menurut bapak Andi Warman semua kapal yang di ad hock diproses sesuai Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan sampai tuntas atau sampai P21.

Daftar kapal ikan asal vietnam pelaku Ilegal Fishing yang di Ad Hock ke Pelabuhan Satker Natuna

1. BV 0323 TS
2. BV 0175 TS
( posisi Tangkap 05 38,2' U - 106 53,8' T )

3. BV 95018 TS
4. BV 95019 TS
( posisi Tangkap 05 36,1' U - 106 51,8' T )

5. BV 0729 TS
6. BV 0060 TS
(posisi tangkap 05 05,2' U - 107 17,3' T )

7. BV 95377 TS
8. BV 90566 TS
( posisi tangkap 05 10,7' U - 107 22,1' T )

9. BV 0502 TS
10. BV 0473 TS
( posisi tangkap 05 17,9' U - 107 23,1 T )

11. BV 4309 TS
12. BV 0509 TS
( posisi tangkap 05 08,6' U - 107 34,5' T )

13. BV 4702 TS
14. BV 4149 TS
(posisi tangkap 05 05,6' U - 107 36,4' T )

15. BV 0487 TS
( posisi tangkap 05 52,5' U - 106 47,6 T)

16. BV 4101 TS
( posisi tangkap 05 47,7' U - 106 40,4' T )

17. BV 0580 TS
( posisi tangkap 05 53,2' U - 106 40,4' T )

18. BV 5201 TS
( posisi tangkap 05 55,9' U - 106 34,4' T )

19. BV 5200 TS
( posisi tangkap 05 56,6' U - 106 34,3' T )

20. BV 4660 TS
( posisi tangkap 05 48,1' U - 106 28,1' T )

21. BV 0512 TS
( posisi tangkap 05 40,1' U - 106 47,5' T )

22. BV 0504 TS
( posisi tangkap 05 52,3' U - 106 41,2 T )

Kapal-kapal asal Vietnam tersebut menggunakan Pair trawl

Sumber : Samuel Sandi Nahkoda KP. Hiu 004 dan Andi Warman Ka Satker PSDKP Natuna
http://mukhtar-api.blogspot.com/2010/05/35-kapal-illegal-fishing-asal-viatnam.html

Sunday, 18 April 2010

TARGET INDONESIA JADI PENGHASIL IKAN TERBESAR.

GORONTALO, KOMPAS.com Minggu, 18 April 2010 | 13:39 WIB — Sebagai negara maritim, Indonesia menargetkan akan menjadi negara penghasil ikan terbesar di dunia pada tahun 2015. Dirjen Usaha dan Investasi Kementerian Perikanan dan Kelautan Viktor Nikijulu optimistis target itu akan terealisasi dengan berbagai pengembangan produk perikanan di Indonesia.

"Yang pertama harus dibenahi adalah infrastruktur perikanan dan fasilitas yang dimiliki nelayan," ujarnya saat berkunjung ke Gorontalo, Sabtu (17/4/2010).

Jika infrastruktur dan keadaan nelayan bisa diatasi dengan baik, kata dia, maka bukan tidak mungkin hal itu akan menunjang kuantitas dan kualitas produk perikanan.

Viktor mengungkapkan, pihaknya sedang merambah pasar di kawasan Timur Tengah dan Afrika, dengan mengandalkan produk perikanan olahan.

Menurut dia, bila tidak segera mengubah strategi pemasaran, maka Indonesia bisa kalah bersaing dengan Vietnam yang merupakan pendatang baru di bisnis tersebut. "Kita harus segera mengubah produk menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah agar laris di pasar dunia," katanya.


Sumber : KOMPAS.com

Friday, 9 April 2010

PERESMIAN KANTOR STASIUN KARANTINA IKAN KELAS 1.

Pada hari Jumat, 9 April 2010. Kantor Stasiun Karantina Ikan Kelas 1 Hang Nadim Batam diresmikan . Peresmian kantor tersebut diawali dengan pemotongan pita pintu gedung masuk dan penandatangan batu prasasti yang di tanda tangani oleh Sekeretaris Jenderal Kementerian Kelautan Dan Perikanan Mohammad Syamsul Maarif dan Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaya . Menurut Sekjen KKP setelah diresminya kantor karantina ikan ini maka seluruh ikan dari luar negeri yang masuk ke Kota Batam wajib diperiksa oleh karantina ikan, agar ikan tersebut layak dikonsumsi. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kota Batam dan perwakilan dari PP Telaga Punggur ialah Bapak Tukijan selaku Marketing Executive . Tampak juga satu papan karangan bunga untuk peresmian kantor karantina ikan kelas 1 dari PP Telaga Punggur Batam - PT. Sarana Yeoman Sembada.


Salam Perikanan.

Hermawan Chen
Admin PP Telaga Punggur

Sunday, 28 March 2010

LIMA KAPAL ASING PENCURI IKAN DIAMANKAN BABINKAM

Kapanlagi.com - Badan Pembinaan Keamanan (Babinkam) Polri mengamankan lima kapal asing pencuri ikan di Perairan Natuna. Lima kapal asing itu, masing-masing memuat 10 hingga 40 ton ikan dari berbagai jenis, hasil curian di Perairan Natuna, kata Komandan Kapal Polisi Bisma-520 Kompol Sigit Hidayat di Batam, Jumat.

"Kelima kapal asing diamankan saat sedang mencuri ikan di Perairan Indonesia, menggunakan alat tangkap jaring harimau yang membahayakan lingkungan," kata Sigit.

Seluruh kapal tidak dilengkapi dokumen lengkap, kata Sigit melanjutkan. Lima kapal asing itu adalah KIA KNF.810 dan KIA KNF 7452 berbendera Malaysia, KIA Sunit 3, KIA Kongsamut serta KIA Kasorn 5 berbendera Thailand.

Ia mengatakan, meski dua dari lima kapal berbendera Malaysia, namun seluruh awak kapal berwarganegara Thailand. "Kita tidak tahu. Sewaktu kita tangkap, mereka mengibarkan berbendera Malaysia," kata dia.

Kelima kapal diamankan pada hari yang sama, dengan selang beberapa menit. Jarak antara kapal yang satu dengan yang lain sekitar 25 km. Meski begitu, menurut Sigit, lima kapal itu tidak satu rombongan.

"Mereka terpisah. Ketika kita tangkap satu kapal, lalu radar menunjukkan, ada kapal di dekat lokasi itu" kata dia.

Kasus itu, kata dia, akan diserahkan ke Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Barang bukti lima kapal dan 30 anak buah kapal akan diamankan di markas Polair Kepri, di Sekupang, kata dia.

Mengenai pengusutan kasus, Babinkam menemui kesulitan berkomunikasi, karena seluruh awak kapal tidak bisa berbahasa Melayu atau Inggris.

Sementara itu, lima kapal kayu asing itu ditambatkan berjejer di tengah laut perairan Batam. Awak kapal berkumpul di satu kapal. Tidak satu pun awak kapal yang dapat diajak berkomunikasi dengan wartawan.


Sumber : Kapanlagi.com

Saturday, 27 March 2010

UJI COBA KAPAL PENGANGKUTAN IKAN .

Pada bulan Maret 2010, PP Telaga Punggur mengujikan sebuah kapal pengangkutan ikan di sekitar perairan laut natuna. Kapal Pengangkutan Ikan terbuat dari kayu dan dilapisi dengan fibre yang berbobot GT 46 . Kapal tersebut dilengkapi dengan palka berinsulasi / cold storage freezer yang berjumlah 4 palka. Sebelum beroperasi , kapal tersebut running disekitar PP Telaga Punggur untuk menguji daya mesin kapal . Beberapa hari kemudian, kapal tersebut memuat es batu dari PP Telaga Punggur guna untuk mendistribusikan kepada kapal - kapal penangkapan ikan yang masih beroperasi di laut. Setelah memuat es batu, pihak manajemen melakukan clearance keberangkatan kapal di Kantor Satker P2SDKP PP Telaga Punggur dan kapal tersebut langsung diberangkatkan pada malam hari. Pada pagi harinya , kapal tersebut tiba di perairan natuna dan mendistribusikan es batu ke seluruh kapal yang terdaftar di PP Telaga Punggur. Setelah 10 hari beroperasi, kapal tersebut tiba di PP Telaga Punggur pada tanggal 26 Maret 2010. Dalam tahap awal uji coba ini, kapal tersebut membawa berbagai macam ikan dengan kapasitas kurang lebih 50 ton. Pada hari itu juga, ikan langsung didaratkan di PP Telaga Punggur, sebagian ikan didistribusikan ke pasar-pasar di Kota Batam dan sisanya dimasukkan ke Cold Storage PP Telaga Punggur. Akhir kata, Bravo Perikanan Tangkap Indonesia !

Salam Perikanan

Hermawan
Admin PP Telaga Punggur

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More