Saturday, 27 March 2010
UJI COBA KAPAL PENGANGKUTAN IKAN .
Salam Perikanan
Hermawan
Admin PP Telaga Punggur
Wednesday, 24 February 2010
DIHENTIKAN, IZIN BARU KAPAL PUKAT.
Jakarta, Kompas
Kebijakan moratorium itu untuk pemulihan sumber daya ikan di wilayah penangkapan Indonesia yang sudah semakin kritis.
Penghentian izin baru kapal dengan alat tangkap jenis pukat dan purseine berlaku mulai 15 Maret 2010, mengacu pada surat keputusan direktur jenderal perikanan tangkap Nomor 08/DJ-PT/2010.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Dedy Sutisna di Jakarta, hari Selasa (23/2), mengemukakan, penghentian sementara izin usaha itu akan berlangsung sampai kondisi sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dinyatakan sudah pulih.
”Penghentian sementara izin baru alat tangkap itu untuk mengendalikan tangkapan ikan. Evaluasi terhadap kebijakan ini akan dilakukan setiap tahun,” ujar Dedy, seusai pemasangan stiker Komisi Tuna Samudera Hindia (IOTC) di kapal tuna long line di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di Muara Baru, Jakarta.
Hingga tahun 2009 lalu, sebanyak sembilan dari 11 WPP di Indonesia tercatat dalam kondisi mengalami eksploitasi penuh dan berlebih.
Dari 44 kategori ikan yang boleh ditangkap di 11 WPP tadi, hanya tersisa delapan jenis yang bisa ditangkap. Indikator penurunan sumber daya ikan di antaranya areal penangkapan ikan semakin jauh dari lokasi nelayan, jumlah ikan tangkapan semakin sedikit, dan ukuran ikan semakin kecil.
Dedy mengatakan, penangkapan ikan dengan pukat dan purseine berdampak pada pengurasan sumber daya ikan. Kapal dengan alat tangkap pukat ikan mampu mengeruk ikan 30 ton dalam sekali operasi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Syamsul Ma’arif mengemukakan, pengelolaan sumber daya ikan perlu ditopang dengan cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan, pembenahan pengumpulan data produksi, dan hasil tangkapan ikan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Suardoyo, mengemukakan, kewajiban pengisian logbook perikanan pada tahun 2009 di pelabuhan itu meningkatkan pencapaian produksi perikanan hingga 161 persen, yakni 44.300 ton.
Jumlah kapal tuna long line Indonesia yang terdaftar di IOTC sebanyak 1.028 kapal. Dari jumlah itu, sebanyak 594 kapal terdapat di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman.
Sumber : KOMPAS.COM
KEBUTUHAN IKAN DI BATAM DAN PROPINSI KEPRI.
Salam Perikanan,
Hermawan Chen.
Admin PP Telaga Punggur.
Saturday, 13 February 2010
SELAMAT HARI RAYA IMLEK 2561
Tuesday, 26 January 2010
HORE ... KAPAL NELAYAN ASING DIPINJAMKAN
"Status hukumnya diambil alih negara dan dipinjam-pakaikan. Jaksa Agung sudah menyetujui," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad kepada wartawan di Batam, Senin malam sebelum meresmikan Forum Akselerasi Pembangunan Perikanan Budidaya 2010-2014 wilayah Barat Indonesia.
Ia menyatakan peminjampakaikan, merupakan jalan keluar supaya kapal-kapal hasil tangkapan itu tidak keburu rusak pada waktu dilelang hanya karena lama menunggu selesai proses hukum dari pengadilan negeri hingga banding dan kasasi.
Menurut dia, cara pemanfaatan seperti itu pernah ia lakukan ketika menjadi Gubernur Gorontalo.
Hingga kini, hasil kelautan Indonesia masih sering dicuri nelayan Thailand, Vietnam, China, dan Malaysia. Untuk menanggulangi pencurian ikan oleh nelayan asing, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengambil langkah koordinatif dengan TNI Angkatan Laut dan Polri melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).
"Akan lebih gampang bila ditangani oleh satu tangan yaitu Menko Polhukam karena bisa memberi perintah kepada TNI AL dan Polri," katanya.
Ia mengatakan, telah membicarakan langkah koordinatif tersebut dengan Menko Polhukam dan pada pekan depan akan membahas lebih rinci dengan Kepala Staf TNI.
Sumber :KOMPAS.com
Fadel: Bekerjalah Tidak dengan Cara Biasa
BATAM - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan upaya pencapaian target 353 persen peningkatan produksi perikanan pada 2014 perlu dukungan komitmen dan cara kerja secara revolusioner.
"Bekerjalah tidak dengan cara biasa, melainkan kerja revolusioner dengan langkah-langkah raksasa disertai optimisme," katanya kepada peserta Forum Akselerasi Pembangunan Perikanan Budidaya 2010-2014 Wilayah Barat Indonesia, di Batam, Senin malam.
Dalam upaya menjadikan Indonesia pada 2015 sebagai penghasil produk perikanan terbesar di dunia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan perikanan budidaya sebagai ujung tombak.
Kementerian itu akan memacu produksi perikanan budidaya pada 2014 menjadi 16,89 juta ton, meningkat spektakuler atau 353 persen ketimbang produksi pada 2009 yang hanya 4,78 juta ton.
Fadel menggambarkan, kerja revolusioner atau revolusi biru antara lain akan meliputi penyediaan pakan hasil dalam negeri, bibit dengan harga lebih murah ketimbang imporan, serta penyediaan jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bagi daerah tumbuh tempat pelelangan ikannya.
Soal optimisme, ia meminta meniru China sebagai pembanding terbesar di sektor tersebut. Panjang garis pantai China 32 ribu km, sedangkan Indonesia 90 ribu km.
"Perairan teluknya 168 ribu ha, sedang kita 4,2 juta ha. Luas sungai-sungai di China untuk budidaya ikan air tawar 371 ribu ha, sedang di Indonesia 5,9 juta ha," katanya.
Dengan perbandingan itu, ternyata ekspor hasil kelautan dan perikanan Indonesia masih kalah daripada China, Peru, dan Vietnam.
Kondisi tersebut menurut Fadel, disebabkan Indonesia kurang berani (dalam menetapkan besar pencapaian dan bekerja dengan cara tidak biasa- Red).
Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah daerah bersama semua komponen kelautan dan perikanan mengambil langkah-langkah berani menjadi yang terhebat di sub-sub sektor komoditas tertentu, misalkan udang, patin, kerapu, rumput laut, gurame atau lele.
Sumber : KOMPAS.com
Friday, 8 January 2010
KUNJUNGAN BAPAK Dr . Ir. H. FADEL MUHAMMAD - MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA KE PP TELAGA PUNGGUR BATAM.

Setelah tiba di PP Telaga Punggur, Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan RI didampingi oleh seluruh staff management PP Telaga Punggur dan pejabat lainnya menuju ke dermaga PP Telaga Punggur. Setiba di dermaga, Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan RI tampak sangat gembira melihat puluhan kapal penangkapan ikan yang bersandar di PP Telaga Punggur. Beliau langsung berbincang-bincang dengan Direktur Utama tentang pengembangan PP Telaga Punggur selama ini dan kedepannya. Tidak lama kemudian, beliau beserta jajarannya menuju ke Ship Docking ( galangan kapal ) PP Telaga Punggur yang baru siap dibangun pada awal tahun 2009 . Galangan Kapal ini adalah satu- satunya fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Kota Batam khususnya di PP Telaga Punggur, yang diperuntukan untuk mereparasi kapal - kapal penangkapan ikan . Tiba - tiba beliau mengatakan PP Telaga Punggur sangat lengkap fasilitasnya mulai dari Cold Storage, Pabrik Es, hingga Ship Docking pun telah disediakan. Kunjungan beliau juga disertai dengan penandatanganan batu prasasti ukuran besar untuk PP Telaga Punggur - PT. Sarana Yeoman Sembada .
Besar harapan seluruh management PP Telaga Punggur adalah memajukan Perikanan Indonesia dan meningkatkan seluruh fasilitas internal maupun eksternal agar PP Telaga Punggur menjadi salah satu pelabuhan perikanan swasta yang unggul di seluruh nusantara.
Salam Perikanan.
Hermawan Chen




